Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Akhirnya, Andrika Menemukan Islam di Jeulingke


Akhirnya, Andrika Menemukan Islam di Jeulingke
Muhajir Juli I The Globe Journal
Rabu, 26 Agustus 2015 07:37 WIB

Sebelum kumandang azan usai, dadanya bergemuruh. Ada ribuan badai yang berlalu lalang di buritan hatinya. Namun usai salam shalat Isya diucapkan oleh imam, dia telah terlahir kembali ke dunia.

Namanya Andrika. Lelaki kelahiran Aceh Tengah pada 36 tahun lalu resmi menjadi muslim, setelah mengucap dua kalimat syahadat di depan puluhan jamaah Shalat Isya di Meunasah Babul Iman, Gampong Jeulingke, Kota Banda Aceh, Selasa (25/8/2016) pukul 20.30 WIB.

Kini, mantan penganut Kristen Protestan tersebut berganti nama menjadi Muhammad Andrika. “Nama saya hanya ditambah Muhammad saya.  Andrika adalah nama umum dan tidak bertentangan dengan Islam,” kata Andrika kepada The Globe Journal.

Kepada The Globe Journal Andrika bercerita bahwa sudah sejak kecil dia tertarik kepada Islam. Di masa kanak-kanak dia sempat berpuasa setengah hari. Mengetahui itu ibunya marah besar. Namun karena dirinya ngotot, sang ibu tidak bisa berbuat apa-apa.

Untuk menggoda dirinya, sang ibu kemudian memasak yang enak-enak. Kali ini, giliran Andrika kecil yang tidak berdaya. Dia dengan setengah terpaksa membuka puasa, karena terpancing oleh aroma makanan.

Semenjak itu, rasa ingin tahunya terhadap Islam semakin besar. Namun, karena tinggal dilingkungan Kristen yang fanatik, dia tidak mendapatkan dukungan dari siapapun.

“Tidak ada keluarga saya yang mendukung. Saya dicecar berbagai pertanyaan dan pernyataan yang ujung-ujungnya melarang saya masuk Islam,” kata Andrika.

“Keluarga ibu menghalangi saya. Ibu saya sendiri sudah meninggal saat Tsunami dulu,” kisahnya.

Mendapatkan halangan, bukan berarti lelaki yang bekerja sebagai sales itu mundur. Dia semakin penasaran kepada Islam. Hatinya selalu mengajak agar dia menyegerakan niatnya. Bersebab dirinya sangat ingin melaksanakan shalat dan puasa.

Hingga akhirnya, dia membulatkan tekat untuk menyampaikan niatnya kepada perangkat Gampong Jeulingke. Andrian resmi menjadi mualaf di depan ketua Perumnas setempat, Drs. H. Safwan Yusuf. Dia adalah pengurus jamaah subuh BBC yang kini anggotanya mencapai tiga ribu orang.

Andrika disyahadatkan oleh teungku Zulkifli, yang merupakan Imam Meunasah Babul Iman. Disaksikan oleh Geuchik setempat Drs. Anwar serta sejumlah cerdik pandai gampong dan masyarakat.

Usai bersyahadat, Andrika mengaku jiwanya menjadi tenang. “Ada rasa yang sulit saya ungkapkan. Pengin nangis kayaknya. Terharu. Namun malu menitikkan air mata di hadapan banyak orang,” jelasnya.

Andrika tidak sendiri. Sebelumnya pada 2007 sang adik yang bernama Andra Rudika juga telah menjadi muslim. “Dia masuk Islam sebelum menikah. Alhamdulillah sampai sekarang masih Islam. Saya berencana menikah tahun depan. Doakan semoga saya juga bisa istiqamah,” imbuhnya.

Pribadi yang baik

Drs. H. Safwan Yusuf, Kepala komples Perumnas Jeulingke, kepada The Globe Journal mengatakan, selama menjadi warganya, Andrika adalah pribadi yang santun. Tidak banya bicara serta aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dia pun, dalam kehidupan sosial tidak begitu menonjolkan agama yang dianut. “Orangnya santai. Bicara seperlunya serta aktif di kegiatan sosial,” kata Safwan.

Kepada Andrika safwan berharap agar giat belajar Islam, agar segera bisa melaksanakan ibadah wajib. Kemudian dia berjanji akan mengajak mualaf tersebut ikut serta dalam kegiatan safari subuh yang digelar oleh organisasi yang dia pimpin.

“Saudara Andrika adalah tamu dan saudara kita yang baru. Dia harus dibimbing agar tetap istiqamah dan kelak menjadi kekuatan bagi Islam,” kata Safwan mengakhiri pembicaraan. []

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close