Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Aceh Mengenang Munir


Aceh Mengenang Munir
Muhajir Juli I The Globe Journal
Senin, 07 September 2015 15:24 WIB

Munir Said Thalib Al-Kathiri, lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1964 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 39 tahun, boleh sudah dikubur setelah meninggal dunia dalam Pesawat setelah diracun oleh antek-antek kekuasaan yang zalim. Namun tidak dengan semangatnya dalam membela kehormatan martabat manusia, khususnya Aceh.

Untuk alasan tersebut, puluhan anak muda dan setengah tua, Senin (7/9/2015) berkumpul di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh untuk memperingati kembalinya sang pejuang keharibaan Ilahi Rabbi.

Sebuah baliho Baliho berukuran 3 x 3,5 meter berwarna putih dan gambar munir dengan warna hitam layaknya lukisan dibentangkan di depan khalayak ramai yang lalu lalang.

Peserta aksi mengenang tewasnya Munir, pejuang HAM yang pernah berkarya di LBHI, Kontras Jakarta dan Imparsial, berasal dari berbagai kalangan. Sebut saja anak muda dari LBH Banda Aceh, Punggawa Kontras Aceh, Koalisi NGO HAM, Jaringan Survey Inisiatif, anak muda dari Parlemen Aceh seperti kautsar dan Bardan Sahidi serta unsur lainnya.

Asiah Uzia, salah seorang orator di bawah terik matahari bulan September mengatakan kematian Munir perlu diperingati oleh setiap komponen yang menjunjung tinggi HAM dan keadilan.

“Munir adalah pemberani. Ide-idenya juga bernas untuk penyelesaian konflik. Bahkan dia punya perhatian yang luar biasa kepada Aceh yang saat lampau dibekap oleh mala,” sebut Asiah di loudspeaker yang acapkali ngadat.

Selain itu, dalam pandangan Asiah, Munir juga seorang aktivis yang sederhana. “Dia berani dalam kondisi apapun. Disaat orang lain memilih bungkam, lelaki kelahiran Malang itu malah berteriak menggugat kekejaman yang dilakukan oleh alat negara,” imbuhnya.

Hendra Saputra, Koordinator Kontras Aceh, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa sampai dengan saat ini, rezim Jokowi yang sempat diharapkan mampu membawa angin perubahan, belum melakukan apapun untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk pembunuhan terencana terhadap Munir.

“Sampai dengan saat ini, belum satu kasus pelanggaran HAM pun yang dilakukan pengungkapan oleh rezim Jokowi-JK,” teriak Lelaki yang akrab disapa Lauhan tersebut.

Aksi yang mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian ini bubar setelah satu jam kemudian.

Seorang peserta aksi, Khairil, kepada The Globe Journal mengatakan “Munir adalah legenda bagi pejuang HAM dan keadilan. Dia bekerja demi kemanusian. Jasanya bagi Aceh sungguh besar di masa lalu. Untuk itulah Munir patut dikenang dan harus dilanjutkan perjuangannya,”[]

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close