Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»15 Jam Setelah Korsleting di Jalan Diponegoro


15 Jam Setelah Korsleting di Jalan Diponegoro
Zulfurqan | The Globe Journal
Minggu, 16 Oktober 2016 21:27 WIB

Jam sudah menunjukkan pukul 19.20 WIB. Kerlipan cahaya sepeda motor yang lalu-lalang di jalan Diponegoro, Banda Aceh bertambah ramai. Mereka berasal dari berbagai kalangan untuk menikmati malam bersama teman atau keluarga.

Keramaian tidak hanya di jalan-jalan protokol. Sampai jalan tikus di seputaran kota sama ramainya dilalui pengendara.

Para pengendara yang melewati Jalan Diponegoro, di seputaran Kompleks Pasar Aceh ini, sejenak menghentikan sepeda motornya. Menyaksikan saksi bisu kebakaran yang menghanguskan 11 ruko tadi pagi, Minggu (16/10/2016).

Ruko yang ludes tersebut terdiri dari warkop Mie Kocok Sidoel, Siang Malam, Chek Yuke, Jroh, swalayan Mangga Dua, toko Automobil Permas, Usaha Foto Copy Nanggroe, Dinamika Merine, Suryani dan gudang Istana kado.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun kerugian diperkirankan mencapai miliaran rupiah.

Awalnya hanya beberapa pengendara yang menghentikan sepeda motornya di sana. Lama-kelamaan jumlah menjadi puluhan.

Bahkan seorang pemulung meletakkan karung goni berisi botol air mineral bekas. Sebentar melihat bangunan, matanya pun melongok ke kiri dan ke kanan area jalan. Mencari botol air mineral yang mungkin ada dibuang di sana. 10 menit di sana, pemulung itu pergi meninggalkan lokasi. Sambil memikul karung yang berisi hampir seratusan botol itu.

Pengendara lain nampak keheranan menyaksikan ruko yang sudah kehitaman itu. Padahal sebelumnya berhias puluhan barang-barang kebutuhan mereka.

Atau sebagai tempat biasa mereka menyeruput secangkir kopi. Menikmati suasana kota dengan penampakan Masjid Raya Baiturrahman dari kejauhan.

“Ada apa sebenarnya ini, pak?” tanya seorang pengendara lelaki yang memboncengi anaknya.

“Tadi pagi ada kebakaran hebat,” jawab warga yang juga sedang menyaksikan lokasi kebakaran.

Setelah mendapatkan jawabannya, ia bersiap tancap gas. Tiba-tiba pengendara lain menghampirinya. Menanyakan persis seperti yang ia tanyakan tadi. Tadi pagi ada kebakaran hebat, jawabnya. Usai rasa penasarannya hilang, mereka pun beranjak pergi. 

Tadi pagi, jalan Diponegoro dipenuhi oleh sejumlah mobil berwarna merah serta para “jagoan”-nya. Turut juga aparat keamanan. Mereka bekerja keras melawan kobaran api.

Ratusan pengendara memarkirkan motornya di pinggir jalan. Mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian naas itu. Kupulan asap hitam membungbung tinggi ke angkasa. 25 meter jarak dari ruko, hawa panasnya sudah terasa. Barang-barang di dalam ruko tersebut memang mudah terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30. Diduga akibat korsleting listrik.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangn Bencana Daerah  (BPBD) Kota Banda Aceh dan BPBD Aceh besar langsung mengerahkan armada damkar sebanyak 13 unit. Dibantu dengan satu unit mobil suplai. Serta water cannon dari Polresta Banda Aceh.

Tiga jam kemudian, sedikit demi sedikit api berhasil dijinakkan. Hujan yang mengguyur ikut membantu proses pemadaman. Petugas dengan sigapnya menyemprotkan air dengan kecepatan tinggi. Aparat keamanan langsung mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan.

Kini deretan toko itu ditutup dengan pintu besi. Bekas asap di temboknya menjadi saksi bisu kebakaran. Seng-seng bekas masih bertumpuk di depannya. Garis polisi melingkari area pertokoan.

Tidak jauh di sana, nampak toko Sinbun Sibreh. Toko ini sudah berkali-kali mengalami nasib yang sama, yaitu pada Minggu (10/5/2015). Hari yang sama saat kebakaran tadi pagi.

Kebakarannya diakibatkan korsleting listrik. Letaknya juga di Jalan Diponegoro.

Jarang terdengar kabar ada pelaku yang dipidanakan karena korsleting ini. Jarang-jarang.

Tak jauh diseberang sungai Krueng Aceh sana. Gedung Bank Aceh juga ludes. Dilahap sijago merah pada Kamis (24/4/2015). Satu karyawan Bank Aceh tewas terpanggang di dalam gedung itu

Hasil investigasi, kebakaran terjadi karena listrik juga. Korslet, katanya. 






    Twitter TGJ 3
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Cities

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close