THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Wagub : Aceh Harus Dibangun Melalui Pajak


Wagub : Aceh Harus Dibangun Melalui Pajak
Bahriar Syah | The Globe Journal
Kamis, 10 Juni 2010 00:00 WIB
Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, Aceh harus dapat dibangun melalui partisipatif masyarakat dalam membayar pajak. Bukan hanya mengandalkan APBN atau APBD lagi.

Hal itu dikatakannya usai membuka bimbingan teknis tentang mekanisme pemotongan, pemungutan dan penyetoran pajak bagi bendaharawan di lingkungan pemerintah Aceh, di Banda Aceh, Kamis (10/6).

Dia mengungkapkan, di Negara-negara berkembang dan Negara maju, pembangunan lebih di kedepankan melalui pajak yang disetor masyarakat. “Oleh karena itu, jangan ada lagi penundaan dalam hal penyetoran pajak terutama bagi bendaharawan,” jelas Wagub.

Kalau dilihat dari ketaatan dalam membayar pajak di Aceh, ujar Wagub, belum mencapai 100 persen. “Aceh dalam pembangunan, khususnya pertumbuhan ekonomi masih sangat tergantung pada APBN dan APBD sementara lewat pajak masih belum maksimal,” kata Nazar.

Karena itu, Nazar mengharapkan, nantinya akan terbangun satu sistim yang memungkinkan dilakukan pengawasan oleh dinas terkait seperti Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) dan juga Kanwil Pajak di Aceh.

Sementara itu, Kepala Kanwil Pajak Aceh Muhammad Haniv menyampaikan, bendaharawan di Aceh mencapai 12.000 orang. “Namun dari seki8an banyak bendaharawan tersebut, yang mempunyai tingakt kepatauhan dalam menyetor pajak hanya satu persen saja,” sebutnya.

Ada beberapa persoalan yang menurut Haniv perlu dibenahi, terutama kesulitan para bendaharawan tersebut dalam melaporkan pajak. “Penyetoran pajak ini menjadi persoalan mendasar karena uang yang ada terlalu disimpan oleh bendahara, kita takutkan nantinya justru digunakan untuk keperluan pribadi dirinya,” urai Haniv.

Karena itu, Haniv menyarankan, prinsip transparan serta akuntabelitas harus bisa dipertanggungjawabkan. “Kita tentu tidak ingin kasus pajak yang terjadi di Kabupaten Bireuen terulang. Kasus tersebut hendaknya menjadi contoh bagi bendaharawan,” imbuhnya. (MNA)



    ERROR Query: 190


Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close