Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Teknologi Inggris Bisa Aktifkan Geothermal Sabang Hanya dalam Dua Tahun


Teknologi Inggris Bisa Aktifkan Geothermal Sabang Hanya dalam Dua Tahun
Reportase Kontributor The Globe Journal
Kamis, 08 Oktober 2015 13:04 WIB

 

Sabang - Pemerintah Sabang saat ini sedang mengenjot realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Jaboi, dengan kapasitas 80 MW untuk meningkatkan ekonomi kota Sabang. PT. Sabang Geothermal Energy (SGE) direncanakan akan melakukan pengeboran di empat titik pada awal Desember 2015.

“Kami belum memperoleh izin untuk hak tukar pakai lahan hutan dari Kementerian,” kata Nurdin perwakilan PT. SGE di Sabang pada Selasa (6/10/2015).

“Pemerintah Sabang siap membantu pembebasan lahan termasuk untuk transmisi. Kami yakin Gubernur Aceh mendukung penuh untuk berjalannya proyek geothermal Jaboi,” kata Walikota Sabang, Zulkifli H. Adam.

Pasca kedatangan Jokowi ke Sabang pada 15 Maret 2015, Pemerintah Kota terus berbenah agar mampu medukung investasi yang berbondong-bodong ingin masuk ke pulau paling barat Indonesia ini.

Listrik menjadi penghalang utama untuk pengembangan industri maritim, termasuk sektor pariwisata, perikanan dan perkapalan. “Kami membutuhkan listrik yang dapat diandalkan dan tidak sedikit dalam waktu dekat ini. Kami perlu bangun hotel-hotel baru, kami menghidupkan sektor perikanan, kami perlu menciptakan lapangan kerja,” tambah Zulkifli.

Menurut David Hunter, Direktur Pengembangan Bisnis Green Energy Geothermal (GEG) yang berbasis di London, “Sebenarnya PLTP Sabang bisa dipacu dalam waktu cepat jika menggunakan teknologi pembangkit di kepala sumur pengeboran.” GEG punya teknologi Turn-Key Geothermal Well-Head Power-Plant yang sangat cocok dengan potensi panas bumi di Sabang dan dapat dibangun dalam waktu hanya 12 bulan saja.

Teknologi GEG lebih murah dan tidak harus mengganggu ekosistem kawasan hutan lindung Jaboi. Perusahaan yang mempunyai Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di Reykjavic, Islandia ini---telah mengerjakan beberapa proyek geothermal di Kenya---menawarkan agar geothermal Sabang dibangun dengan tahapan sesuai dengan kapasitas setiap sumur.

Kapasitas yang ditawarkan bisa dalam ukuran 3 MW hingga 10 MW yang dapat diletakkan di atas sumur pengeboran langsung.

Pembangunan dalam bentuk pembangkit per 10 MW ini dapat dikembangkan bertahap sesuai dengan kemampuan financial dan potensi panas bumi setempat.

Disamping itu, pembangkit yang terpisah-pisah juga mendukung dan memudahkan dalam pengoperasian dan distribusi listrik nantinya. Jika salah satu pembangkitnya mati, maka pembangkit lain masih bisa tetap hidup.

“Kami siap mendukung pemerintah Sabang, tidak hanya untuk penyediaan listrik di pulau Sabang saja. Kemungkinan GEG bisa membantu PLN untuk memperoleh financing dari UKEF (United Kingdom Export Finance) dalam pembangunan PLTP di Sabang,” kata David.

Fauzi Husin, Kepala Badan Pengolala Kawasan Sabang (BPKS) menyatakan bahwa pengembangan kawasan Sabang sangat ditentukan oleh jalannya proyek PLTP. “Atas bantuan Presiden Jokowi, PLN memang sedang menambah pembangkit diesel yang bisa saling memback-up. Sehingga kebutuhan listrik di kawasan Free Trade Zone Sabang bisa terjamin,” kata Fauzi.

BPKS menginginkan agar GEG juga menjajaki pembangunan grid listrik dengan PLN untuk jaringan  bawah laut dari pulau Sabang ke pulau Sumatera untuk mendukung pengembangan kawasan bebas pajak (duty free) ini.

 

R1007D






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close