Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»SKK Migas Bubar, Pertamina Disarankan Ambil Alih


SKK Migas Bubar, Pertamina Disarankan Ambil Alih
Sabtu, 17 Agustus 2013 21:51 WIB

Jakarta - Pemerintah beberapa waktu lalu telah membubarkan BP Migas karena bertentangan dengan konstiusi yang ada. Sebagai penggantinya, Mahkamah Konsitusi (MK) membentuk UU sementara dan membentuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Menurut Pengamat Energi, Marwan Batubara, BP Migas merupkan lahan korupsi yang dinikmati banyak orang. Sehingga, ketika SKK Migas dibentuk, tapi sambil mempertahankan sebagian besar pegawai lama, hasilnya tidak jauh beda dan tetap menjadi lahan korupsi.

"Itu sih rawan, lembaga itu bawaan BP migas dulu sudah biasa banyak menikmati (korupsi), dari eksekutif, legislatif. SKK Migas dibuat seperti BP Migas, tidak berbeda," ucap Marwan ketika dihubungi merdeka.com akhir pekan ini.

Marwan menyarankan pengelolaan migas Indonesia sebaiknya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina. "Lebih tepat ya BUMN, Pertamina tepatnya. Lembaga seperti SKK Migas statusnya saja," ujarnya.

Terkait kasus Kepala SKK Migas nonaktif Rudi Rubiandini baru saja tertangkap lantaran suap, menurut Marwan wajar. Sebab Rudi, dia tuding hanyalah orang mencitrakan diri sebagai profesor yang sederhana, tapi sesungguhnya sedang mencari dana untuk pihak yang berkepentingan pada pemilihan umum tahun depan.

"Ga ada bedanya (BP Migas dan SKK Migas). Korupsi sekarang apalagi mau pemilu. Pencitraan gelar profesor jangan terkecoh," katanya.

Terkait usulan pembubaran lembaganya, Kepala SKK Migas ad-interim Johannes Widjonarko menolak ikut berwacana. Dia menilai ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum membubarkan SKK migas begitu saja.

"Kita patuh pada peraturan perundang-undangan, saya tidak akan komentar soal pembubaran, tentu ada untung-rugi (jika SKK Migas bubar), tapi sementara ini, kita ikuti dulu bagaimana perkembangannya," kata Widjonarko di kantornya kemarin. [Merdeka]

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close