Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Rupiah Terdongkrak, Ini Kata Bank Indonesia


Rupiah Terdongkrak, Ini Kata Bank Indonesia
Jum`at, 09 Oktober 2015 16:04 WIB

Sudah sepekan ini, nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (9/10/2015), rupiah langsung melompat pada awal perdagangan di pasar spot hingga ke kisaran level 13.400. 

Bahkan berdasarkan data Bloomberg, pukul 11.30 WIB tadi, mata uang garuda sempat bercokol di posisi 13.289.

Bank Indonesia (BI) menyatakan, penguatan rupiah itu, khususnya yang terjadi pada hari ini, bukan hanya disebabkan faktor eksternal. Ada pula andil perbaikan fundamental di dalam negeri. 

"Kelihatan bahwa penguatan rupiah yang sampai 4,4 persen dibandingkan kurs Korea atau Thailand itu menunjukkan bahwa penguatan pada hari ini bukan hanya karena faktor eksternal yang mendorong, melainkan memang ada faktor fundamental dari Indonesia," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Kantor BI. 

Menurut dia, faktor domestik yang memengaruhi penguatan rupiah adalah keyakinan investor yang sudah tampak terhadap kondisi perekonomian saat ini. Terlebih lagi, pemerintah, kata dia, telah melakukan reformasi struktural yang serius. 

"Insya Allah ada paket (kebijakan) keempat, insya Allah untuk debirokratisasi dalam rangka mendukung investasi masuk. Devisa masuk mendorong terciptanya empowerment pemerintah sehingga mendorong sektor riil," kata dia. 

Meski begitu, BI juga tak menampik adanya pengaruh dari risalah Bank Sentral AS, The Fed, bahwa data perekonomian AS melemah sehingga kenaikan suku bunga tak akan terjadi pada tahun ini. 

Dibandingkan mata uang negara lain, penguatan rupiah hari ini, kata Mirza, cukup baik. Sampai sebelum shalat Jumat tadi, rupiah menguat 4,4 persen, ringgit Malaysia 3,4 persen, won Korea 1,2 persen, Taiwan 1,1 persen, dan baht Thailand menguat 0,4 persen.

KOMPAS






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close