Jakarta - Mencermati menurunnya kinerja sektor swasta di Eropa bahkan China, Menteri Perindustrian MS Hidayat tetap optimistis pertumbuhan industri tahun depan masih cukup baik.
Begitu pula pertumbuhan investasi asing yang akan masuk ke Indonesia. Capital outflow yang saat ini terjadi akan kembali ke Indonesia.
Hidayat mengatakan, melihat imbas ketidakpastian perekonomian global yang saat ini sudah mulai menghantam pasar modal, ia yakin sektor riil juga akan terkena dampaknya.
Sektor industri nasional tidak melakukan persiapan khusus karena lebih mengandalkan persiapan makro melihat kondisi makro dunia.
Ia pun tak mengoreksi target pertumbuhan industri yang 7% untuk 2012.
"(Krisis global) pasti ada pengaruhnya, tapi mudah-mudahan nggak akan terlalu berat. Yang akan terjadi itu barangkali merosotnya demand dari Eropa dan Amerika, terutama Eropa. Kedua, penanaman modal dari euro atau portofolio di-recall kembali," kata Hidayat, ketika ditemui di perayaan ulang tahun Kadin, Jumat (23/9).
Penarikan modal asing, dijelaskan Hidayat, hanya akan terjadi dalam waktu dekat. Dalam jangka panjang, seperti juga pendapat Kepala BKPM Gita Wirjawan, Hidayat berpendapat investasi justru akan lari ke Indonesia.
"Nantinya akan (modal asing) kembali ke sini, sekarang ini mereka panik, karena kolega-kolega mereka di sana sedang kekurangan likuiditas. Nanti setelah save, dia pasti kembali ke sini, karena safe haven sekarang ada di Indonesia. Teorinya begitu," papar Hidayat.
Industri sendiri tidak melakukan pembenahan khusus. Pasalnya, analisis Hidayat, lembaga keuangan lah yang saat ini perlu menjaga kondisi keuangan Indonesia terhadap kesulitan yang melanda empat negara Eropa dan lilitan utang AS.
Prediksi Hidayat, kondisi dunia bisa jadi lebih parah dari pada kondisi ketika krisis 2008. Pada 2008, krisis terjadi karena lembaga keuangan yang mengalami kesulitan.
"Dulu yang bangkrut lembaga keuangan, sekarang negara," tegas Hidayat. (YUL-Media Indonesia)