Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Penurunan Harga Gas Industri Tekan Peneriman Negara


Penurunan Harga Gas Industri Tekan Peneriman Negara
Kamis, 08 Oktober 2015 17:37 WIB

Dalam paket kebijakan ekonomi jilid III, pemerintah menurunkan harga gas untuk industri. Kebijakan tersebut, diakui mengerus penerimaan negara pada tahun ini. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I. G. N. Wiratmaja, Kamis 8 Oktober 2015, mengungkapkan hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian. 

"Penurunan harga gas di hulu akan dilakukan untuk harga gas yang di hulunya US$6-8 per mmbtu, akan diturunkan US$0-1 per mmbtu menjadi minimal US$6 per mmbtu," ujarnya di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta.
Kemudian, kata Wiratmaja, harga gas yang dijual di atas US$8 per mmbtu, akan dikurangi sebesar US$1-2 per mmbtu.
Dia menjelaskan, setiap penurunan harga per US$1 per mmbtu, penerimaan negara akan berkurang mencapai Rp6 triliun. Menurut dia, konsumsi gas industri mencapai 1.254 bbtud untuk tahun ini. Diperkirakan konsumsi gas industri pada tahun depan meningkat 7,5-10 persen.
"Penerimaan negara akan dikurangi di hulu," kata dia.
Sebagai informasi, kebijakan tersebut akan diberlakukan per 1 Januari 2016. Menteri ESDM Sudirman Said, mengatakan aturan ini baru diberlakukan tahun depan, karena masih harus dipersiapkan infrastruktur pendukungnya. 
"Kami harus menyiapkan beberapa peraturan. Itu kan, mengurangi PBNP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang sebelumnya merupakan bagian pemerintah, harus direlakan," kata Sudirman. 
VIVA






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close