
Kajati : Pelanggar Sayariat Islam Tak Rela Dieksekusi
Islamofobia Meningkat di InggrisAceh Utara – Kabid Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Utara, Zainal Abidin.S.Sos.MM mengatakan, untuk mengantisipasi adanya gejolak harga komoditi di pasaran menjelang Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, dalam sepekan terakhir pihakya menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan setempat .
“Kegiatan pasar murah tersebut untuk mengantisipasi naiknya harga komoditi setiap hari-hari besar Islam. Dengan kegitan tersebut masyarakat akan terbantu,“ katanya.
Menurut dia, adapun tempat–tempat yang dibuat untuk kegiatan pasar murah yakni ada 4 kecamatan di antaranya, Kecamatan Lhoksukon, Dewantara, Tanah Jambo Aye, Krueng Mane.
Hari ini, Kamis (9/8) pasar murah tersebut di gelar di Kecamatan Lhoksukon. Komoditi yang di pasarkan dan banyak dicari masyarakat yaitu gula pasir, tepung terigu, telur, syirup dan beras.
Lanjut Zainal, untuk harga telur selisih harga lebih murah Rp 200/biji. Sementara untuk komoditi lainnya seilisih harga Rp 1000 dari harga di pasaran.
Anggaran pasar murah itu bersumber dari APBK Aceh Utara dan direncanakan kegiatan tersebut akan mejadi agenda setiap tahun.
Wati (35) saat berbincang dengan The Globe Journal, kami berharap kepada pemerintah Aceh Utara agar kegiatan pasar murah ini di lakukan setiap tahun khususnya ketika menjelang hari–hari besar umat Islam karena karena pada bulan itu harga komoditi cenderung melambung tinggi.
Selain itu juga kami berharap kedepan di lakukan di setiap kecamatan agar masyarakat bisa terbantu.
”Kami senang dengan di buatnya pasar murah ini. Sehingga masyarakat menengah ke bawah bisa terbantu," kata Wati.
[001]
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh