
Ketika Ameer Menggambarkan Ali Hasjmy
"Penghulunya Saja yang Bodoh"
Politik Pencitraan Wiranto di Ajang X-FactorKini saja bangunan yang sudah dimulai pembangunannya pada 14 Maret 2012 lalu belum kunjung selesai, padahal jadwal selesainya seharusnya 14 Juli 2012 lalu. Pembangunan pabrik pengolahan ikan teri tersebut merupakan salah satu fokus kegiatan Program Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (TERAPAN).
"Sekarang saja kami bisa mengolah ikan teri yang merupakan hasil tangkapan rutin kami, untuk dikeringkan dan bisa juga kami pasarkan kebebrapa daerah di Aceh dan luar Aceh. Hasinyapun diterima masyarakat dengan kualitas tinggi dan tanpa bahan campuran," kata Iskandar warga Keude Pante Raja dan sekaligus pengusaha ikan teri, kepada The Globe Journal, Minggu (5/8).
Menurutnya, pembangunan pabrik dengan dana yang bersumber dari sejumlah negara Multi Donor Fund (MDF) yang mencapai Rp 400 juta lebih tersebut hanya akan jadi sia-sia. Yang terpenting dalam pendirian pabrik adalah perlu pengelola yang benar dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha tersebut.
Pabrik tersebut kini sedang proses penyempurnaan pemasangan dinding dengan atap masih dberbentuk kerangka baja. "Kami khawatir pabrik tersebut tidak akan bisa difungsikan dan akan terbengkalai, atau jikapun bisa berfungsi semoga bisa menampung tenaga kerja yang banyak, terutama masyarakat yang berada di Pante Raja,"tambah Iskandar.(003)
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat