THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Mesin Derek Milik Pemkab Bireuen Tak Berfungsi


Mesin Derek Milik Pemkab Bireuen Tak Berfungsi
Muhajir Juli | The Globe Journal
Minggu, 10 Juni 2012 18:49 WIB

Bireuen - Satu unit mesin derek (crane) khusus untuk mengangkat fiber yang ditempatkan di Pusat pendaratan Ikan (PPI) Peudada, yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, tidak berfungsi.

Menurut sejumlah nelayan yang diwawancari oleh The Globe Journal, Minggu (10/6), keberadaan mesin yang berharga ratusan juta rupiah itu mubazir dan mengganggu aktivitas nelayan yang bekerja di kompleks itu.

“Keberadaan mesin Derek itu hanya mengganggu aktivitas kami saja. Jutaan Rupiah dibuang untuk beli peralatan itu, tapi tidak bisa di fungsikan,“kata salah seorang nelayan.

Hal yang sama disampaikan oleh panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus. Menurutnya, derek yang dibangun pada tahun 2010, sampai sekarang belum bisa difungsikan.

“Sampai sekarang derek itu tak bisa digunakan oleh nelayan. Padahal kami berharap keberadaan mesin itu bisa meringankan kerja kami, tapi apa boleh buat,” kata Badruddin.






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close