SerambiEkonomiLimbah Kota Bireuen Ganggu Ekonomi Warga Pesisir
Limbah Kota Bireuen Ganggu Ekonomi Warga Pesisir
Zulhelmi I The Globe Journal
Rabu, 19 Mei 2010 00:00 WIB
Bireuen - Warga pesisir Kecamatan Kuala, kabupaten Bireuen, merasa terganggu dengan kiriman limbah pembuangan kota. Kotoran limbah yang bermuara ke pemukiman warga Kuala, dalam setahun belakangan ini telah mengancam perekonomian masyarakat disana. Sementara dinas terkait dituding masih menutup mata terhadap persoalan itu.
Menurut sejumlah warga pesisir Kecamatan Kuala kepada wartawan, Rabu (19/5) mengaku, kotoran dan limbah kota yang terus menumpuk disetiap harinya, membuat perekonomian terganggu, terutama disektor perekonomian tambak dan sawah masyarakat.
"Ini terjadi akibat luapan disaluran pembuangan pada masim penghujan seperti plastik serta kotoran lainnya yang terus menumpuk dikawasan kami,"kata Abdullah.
Geuchik Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, Lukman membenarkan kejadian tersebut, sebut dia, meluapnya kotaran sampah itu terjadi dimusim penghujan mulai saluran irigasi dari titi Rumbia lintasan Reuleut tembus ke Lhok Awe hingga ke Krung Juli Barat.
"Selain itu dari saluran Cureh, melewati Geudong Alue hingga tembus ke Lancok dan Cot Batee, dan hal ini sangat mengganggu perekonomian masyarakat," katanya seraya mengharap, agar pemerintah Aceh segera menanggulangi hal ini.
Camat Kuala, M Jamil Spd yang dihubungi secara terpisah mengatakan, terkait limbah pembuangan dari kota memang sudah berulangkali disampaikan oleh sejumlah geuchik di wilayahnya.
"Para geuchik juga sudah pernah melayangkan surat kepada dinas terkait untuk segera menanggulangi hal itu, tapi hingga saat ini belum terealisasi dan ini sangat mengganggu ekonomi masyarakat,"ungkapnya.