THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Limbah Kota Bireuen Ganggu Ekonomi Warga Pesisir


Limbah Kota Bireuen Ganggu Ekonomi Warga Pesisir
Zulhelmi I The Globe Journal
Rabu, 19 Mei 2010 00:00 WIB
Bireuen - Warga pesisir Kecamatan Kuala, kabupaten Bireuen, merasa terganggu dengan kiriman limbah pembuangan kota. Kotoran limbah yang bermuara ke pemukiman warga Kuala, dalam setahun belakangan ini telah mengancam perekonomian masyarakat disana. Sementara dinas terkait dituding masih menutup mata terhadap persoalan itu.

Menurut sejumlah warga pesisir Kecamatan Kuala kepada wartawan, Rabu (19/5) mengaku, kotoran dan limbah kota yang terus menumpuk disetiap harinya, membuat perekonomian terganggu, terutama disektor perekonomian tambak dan sawah masyarakat.

"Ini terjadi akibat luapan disaluran pembuangan pada masim penghujan seperti plastik serta kotoran lainnya yang terus menumpuk dikawasan kami,"kata Abdullah.

Geuchik Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, Lukman membenarkan kejadian tersebut, sebut dia, meluapnya kotaran sampah itu terjadi dimusim penghujan mulai saluran irigasi dari titi Rumbia lintasan Reuleut  tembus ke Lhok Awe hingga ke Krung Juli Barat.

"Selain itu dari saluran Cureh, melewati Geudong Alue hingga tembus ke Lancok dan Cot Batee,  dan hal ini sangat mengganggu perekonomian masyarakat," katanya seraya mengharap, agar pemerintah Aceh segera menanggulangi hal ini.  
 
Camat Kuala, M Jamil Spd yang dihubungi secara terpisah mengatakan, terkait limbah pembuangan dari kota memang sudah berulangkali disampaikan oleh sejumlah geuchik di wilayahnya.
 
"Para geuchik juga sudah pernah melayangkan surat kepada dinas terkait untuk segera menanggulangi hal itu, tapi hingga saat ini belum terealisasi dan ini sangat mengganggu  ekonomi masyarakat,"ungkapnya.





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close