Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Kedelai Mahal, Pengusaha Tempe di Aceh Tetap Produktif


Kedelai Mahal, Pengusaha Tempe di Aceh Tetap Produktif
Kamis, 26 Juli 2012 15:52 WIB

Banda Aceh - Sejumlah pengusaha di Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan terus naiknya harga kedelai. Mereka ikut dipusingkan dengan naiknya ragi, bahan yang berperan penting dalam pembentukan tempe.

Dampak dari kondisi ini, seorang pengusaha mengaku harus kehilangan omzet hingga 50 persen dari biasanya mencapai Rp 4,5 juta per hari. Untuk menyiasatinya, ia memperkecil ukuran dan ketebalan tempe produksinya. Sama seperti yang dilakukan beberapa pedagang tahu tempe di sejumlah daerah.

Kebingungan juga melanda puluhan perajin tahu tempe di Solo, Jawa Tengah. Usaha mereka terancam gulung tikar. Meski tetap berproduksi namun mereka harus memperkecil ukuran produknya dengan mengurangi takaran kedelai dan memperkecil potongan tahu. Mereka kini juga waswas mengingat persediaan kedelai hanya cukup untuk tiga hari. Mereka selama ini hanya dapat mengandalkan kedelai impor.

Setali tiga uang dengan pedagang di Kota Banda Aceh, mereka harus membeli kedelai dengan harga lebih mahal sementara omzet penjualan menurun. Akibatnya mereka harus mengurangi tingkat produksi. Tapi para penjual ini tak akan mogok karena akan memengaruhi pelanggan besar maupun eceran. [005]

(berita.liputan6.com)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close