
Fatin - Mikha Berduet Bikin Fans X-Factor Sirik
Duet Fatin-Mikha Siap Bawakan Lagu 'Good Time'Banda Aceh – Menjelang bulan puasa 1433 H di Provinsi Aceh, sejumlah harga barang diperkirakan naik drastis. Salah satu komoditi kebutuhan pokok yang cukup menonjol kenaikannya adalah cabe merah dan gula pasir. Belum lagi pada Juni 2012, Badan Pusat Statistik Aceh (BPS) merilis terjadinya inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan.
Saat ini gula pasir yang sebelumnya hanya Rp10.000 perkilogramnya kini naik menjadi Rp13.000 perkilogram. “Cabe merah juga naik menjadi Rp35.000 perkilogram,” kata salah seorang Ibu Rumah Tangga, Hilda.
Sementara itu salah seorang pedagang di Pasar Gampong Baro, Banda Aceh, Iwan mengatakan komoditi gula naik karena pasokannya mulai berkurang. Apalagi permintaannya cukup banyak. Demikian juga permintaan telur ayam, wortel dan buncis yang sangat besar menjelang puasa nanti. “Harga diperkirakan akan terus naik dalam tiga pekan kedepan,” kata Iwan saat ditemui The Globe Journal, Selasa (2/7) siang tadi.
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis Juni 2012 Kota Banda Aceh dan Lhokseumawe terjadi inflasi. Untuk Kota Banda Aceh inflasi terjadi sebesar 0,64 persen. Sedangkan di Kota Lhokseumawe terjadi inflasi sebesar 1,93 persen.
"Kota Lhokseumawe merupakan inflasi terbesar nomor dua di bawah Sibolga untuk Pulau Sumatera," sebut rilis BPS yang diluncurkan pada Senin (2/7) siang tadi.
BPS mencatat beberapa komoditas yang memberikan andil tinggi terhadap terjadinya inflasi Juni 2012 adalah cabe merah, ikan tongkol, cabe hijau, daun melinjo, emas dan bawang putih. Sedangkan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam, tomat, udang basah dan bahan bakar rumah tangga.
