THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Jelang Lebaran, Penjahit Peci Khas Aceh Kebanjiran Order


Jelang Lebaran, Penjahit Peci Khas Aceh Kebanjiran Order
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Senin, 06 Agustus 2012 18:00 WIB

Aceh Utara- menjelang lebaran Idul Fitri 2012 yang tak lama lagi akan tiba, masyarakat Aceh terlihat antusias mengincar peci di sejumlah pasaran Kabupaten Aceh Utara untuk digunakan pada saat melaksanakan ibadah shalat tarawih maupun shalat lima waktu, serta shalat id nantinya. Umumnya, para pengincar peci merupakan kaula anak muda maupun dewasa. Seperti yang terlihat di jalan Tgk. Chik Ditiro, tepatnya Lhoksukon, Aceh Utara, para pemuda banyak yang mengincar peci khas Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Terkait hal tersebut, pada Senin (06/8), The Globe Journal menjumpai salah seorang pengusaha peci khas Aceh yang beralamat di Desa Meunasah Mesjid, Syamtalira Aron, Aceh Utara. Pengusaha muda itu yang bernama Iwan Sunarya (27), mengatakan, semenjak bulan puasa dan menjelang hari raya  Idul Fitri 2012, order peci lebih meningkat dari hari-hari biasanya. “Semenjak bulan puasa hingga menjelang lebaran, permintaan pesanan peci semakin meningkat di bandingkan hari sebelumnya. Walaupun demikian, kami tetap tidak menaikan harga. Harganya pun bervariasi, tergantung kain yang saya gunakan. Standarnya, untuk satu peci saya menjual dengan harga Rp.30.000 – Rp.50.000,”ujar Iwan.
Tak hanya itu, Iwan juga mengaku kewalahan terima orderan yang begitu banyak, sehingga ia menolak pesanan dari beberapa pedagang. Hal itu dilakukan karena tidak dapat memenuhi permintaan mereka yang semakin meningkat, selain itu bahan baku juga sulit ditemukan. “saat ini saya hanya dibantu dengan enam orang pekerja untuk menjahit ratusan peci khas Aceh dari berbagai motif untuk menarik para konsumen. Lagi pula saat ini bahan baku sangat sulit ditemukan, seperti misalnya karung semen bekas dulunya pasokan bahan baku sering ditemukan dari pekerja bangunan dan pedagang bahan bekas. Kalau menggunakan kertas koran, maka kwalitasnya pun tidak terjamin,”Imbuh Iwan.






    Muhajir Juli
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close