Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»IPO, Freeport akan Lepas Saham 10,64%


IPO, Freeport akan Lepas Saham 10,64%
Jum`at, 09 Oktober 2015 16:18 WIB

Pada 14 Oktober 2015, PT Freeport Indonesia mulai melepas kewajiban divestasi saham sebanyak 10,64%. Penawaran prioritas akan diberikan ke pemerintah pusat, lalu pemda, BUMN dan BUMD, hingga swasta nasional.

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini lebih ingin sahamnya dilepas melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kami berharap melalui mekanisme IPO," kata Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia, Riza Pratama, Jumat (9/10/2015).

Riza mengatakan, alasan pihaknya lebih mendorong agar penawaran divestasi saham Freeport melalui IPO, karena prosesnya lebih transparan dan akuntabel.

"Prosesnya akan transparan dan accountable," ucapnya.

Namun pihaknya menyadari, proses penawaran saham hingga dapat melalui mekanisme IPO cukup panjang, bila mengacu pada Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batu bara, saham untuk pertama kali harus ditawarkan ke pemerintah pusat, Pemda, BUMN, BUMD. Bila tak ada yang mengambil baru bisa dilakukan melalui IPO.

Bila pemerintah pusat mengambil 10,64% saham yang ditawarkan, maka IPO tidak perlu dilakukan.

"Tentunya semua itu tergantung pada landasan hukum dan mekanisme yang berlaku dan jelas," tutup Riza.

Terkait nilai saham yang ditawarkan ke pemerintah pada 14 Oktober 2015, pihaknya belum dapat menentukan berapa besar nilainya.

"Belum ada nilainya. Kami menunggu revisi peraturan yang sedang dijalankan pemerintah," tutup Riza.

 

DETIK






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close