Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Impor Minyak Penyebab Lemahnya Rupiah


Impor Minyak Penyebab Lemahnya Rupiah
Selasa, 30 Juli 2013 20:35 WIB
Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung. Salah satu penyebabnya karena tingginya nilai impor minyak dan gas bumi (migas) khususnya bahan bakar minyak (BBM) Indonesia.

"Domestik, tekanan rupiah adalah berasal dari defisit transaksi berjalan. Ini karena migas, impornya masih besar, terutama untuk BBM," kata Menteri Keuangan Chatib Basri di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7/2013)

Chatib mengakui sebelumnya sempat memprediksi rupiah akan menguat setelah kenaikan harga BBM Juni 2013 lalu. Alasannya konsumsi BBM diprediksi akan menurun dan berdampak baik terhadap impor migas.

"Konsumsi minyak menurun, impor juga akan menurun, permintaan valas Pertamina akan menurun, ini relatif akan membuat rupiah lebih stabil," ujarnya.

Sejatinya dampak dari kenaikan BBM terhadap rupiah baru akan terasa bulan September sebagai faktor internal terhadap sentimen rupiah.

"BBM itu kan baru naik 22 Juni, nah dalam perdagangan. Karena itu efek dari kenaikan BBM akan terpengaruh. BBM efeknya baru akan kelihatan itu pada setelah bulan Agustus," sebutnya.

Namun kenyataanya ada faktor eksternal yang tak bisa dicegah oleh pemerintah. Chatib berharap dari pergantian pimpinan The Fed di AS beberapa waktu kedepan akan mempengaruhi kebijakan AS nantinya.

"Ya masih ditunggu pengantian pimpinan The Fed, yang tentunya punya dampak berbeda," cetusnya. [Detik]





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close