THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Harga Dipermainkan, Kopi Gayo Merosot


Harga Dipermainkan, Kopi Gayo Merosot
Sabtu, 23 Juni 2012 16:16 WIB

Banda Aceh - Harga jual kopi gayo, produk perkebunan andalan di Provinsi Aceh di tingkat petani dan pedagang kecil di dalam sebulan terakhir mengalami penurunan Rp 2.000 per kilogram. Hal ini diduga akibat permainan harga yang dilakukan para pedagang besar untuk menekan harga kopi petani.

Ketua Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo, Mustafa Ali, Sabtu (23/6), mengungkapkan, harga kopi arabika gayo dalam bentuk gabah (sudah terkupas kulit luarnya), kini Rp 21.000 sampai Rp 22.000 dari semula Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kilogram di tingkat petani. Untuk kopi gayo dalam bentuk gelondongan seharga Rp 8.000 atau turun dari semula Rp 10.000 per kilogram.

Dari segi harga saat ini sangat merugika petani karena cenderung turun padahal panen sudah hampir usai. Pedagang besar tak banyak melakukan pembelian dan menunggu sampai petani menurunkan harga terendah, kata Mustafa Ali. Permaianan harga seperti ini selalu terjadi saat musim panen kopi gayo. Kontrol harga oleh pedagang-pedagang besar, rantai perdagangan yang panjang, serta lemahnya daya tawar petani membuat harga mudah sekali jatuh di tingkat petani.

Petani umumnya tak memiliki sarana untuk mengolah kopinya hingga tahap siap ekspor sehingga kebanyakan menjual cepat dalam bentuk gelondongan denngan harga yang murah. Pedagang-pedagang besar kopi gayo umumnya dikuasai para pedagang di Medan. Hal ini tak lepas dari tergantungnya perdagangan kopi gayo kepada jalur ekspor melalui Pelabuhan Belawan, Medan.

Di Aceh belum ada pelabuhan yang dapat digunakan untuk mengekspor kopi gayo. Akibatnya, petani Aceh tergantung kepada pedagang-pedagang besar di Medan yang dapat setiap saat memainkan harga, terutama saat panen seperti ini. Padahal, harga internasional saat ini lumayan tingga, yaitu 7,5 dollar AS. Semestinya harga di tingkat petani pun tinggi. Tapi, karena dimainkan oleh pedagang besar, jadinya justru turun. [005]

(www.kompas.com)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close