THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Hadapi Kontraktor Nakal, Zaini-Muzakkir Diminta Siapkan Perang Gerilya


Hadapi Kontraktor Nakal, Zaini-Muzakkir Diminta Siapkan Perang Gerilya
Selasa, 22 Mei 2012 13:57 WIB

Banda Aceh – Kabar ketidakpastian pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih Dr Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf, berdampak buruk bagi pembangunan di Aceh. Padahal pada periode 2012-2017 ini, daftar tunggu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sudah membludak. Salah satunya yakni harapan agar Zaini-Muzakkir mampu bersikap tegas untuk membereskan perihal kontraktor nakal.

“Kami berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa memberikan jadwal pasti mengenai pelantikan gubernur Aceh agar program-program pembangunan dapat dipercepat,” ujar Sekretaris Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (Aksindo) Aceh Samsul B Ibrahim, Selasa (22/5).

“Soalnya kita benar-benar risau terkait dengan fenomena kontraktor nakal di Aceh. Mereka seperti virus yang bisa menggerogoti pembangunan fisik di Aceh. Karenanya kami ingin pelantikan gubernur dapat dipercepat sehingga kita berharap gubernur baru bisa menyelesaikan persoalan tersebut,” sambungnya lagi.

Fakta dan fenomena kontraktor nakal di Aceh memang bukan barang baru lagi. Hal itu sudah menjadi masalah klasik, dimana terus terjadi bertahun-tahun. Sayangnya tak banyak asosiasi kontruksi di Aceh yang komitmen membuka tabir mafia kontruksi ini secara berkelanjutan.

Aksindo sendiri sebut Samsul sudah berulang kali mengingatkan Pemerintah Aceh, khususnya pemerintahan era Irwandi Yusuf-M Nazar yang mana kala itu proyek pembangunan fisik sedang membludak.  Sejalan dengan banyaknya proyek fisik tersebut, baik panitia pengadaan maupun pelaksananya acap kali mengenyampingkan aspek-aspek profesionalitas. Banyak pihak mencari keuntungan pribadi dengan mengurangi kualitas realisasi pembangunan fisik itu sendiri.

Ironisnya, praktek mafia yang sudah menjadi rahasia umum ini terkesan dibiarkan oleh pemerintah kala itu. Padahal pihaknya telah meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi pelaksana proyek, hingga upaya pemberian shock teraphy dalam bentuk

memasukkannya dalam daftar hitam (black list). “Mungkin waktu itu pemerintah kita takut melakukan black list karena alasan tertentu yang tidak rasional. Ya bisa jadi juga tersikut dengan proyek-proyek itu,” jelas Samsul sambil tersenyum.

Untuk itu pihaknya memberikan harapan besar agar pada periode pemerintahan 2012-2017,  upaya menciptakan bisnis dunia kontruksi yang sehat dapat dikedepankan.

Di satu sisi, Samsul meyakini duet Zaini-Muzakkir memberikan satu keyakinan baru untuk mengentaskan persoalan tersebut. Sosok Zaini dilihat sebagai tokoh Aceh yang sudah mengecap asam dan garam di luar negeri yang notabene menerapkan asas-asas profesionalitas dalam pengerjaan proyek fisik. Dia berharap Zaini bisa menerapkan pengalamannya untuk perbaikan sektor pembangunan fisik.

“Jadi saya kira nggak perlu harus melakukan kunjungan kerja ke luar negeri lagi untuk menangani kontraktor nakal ini. Beliau kan sudah lama di luar negeri. Sudah faham benar bagaimana mensiasatinya,” tandas Samsul.

“Ya kalau tadi saya bilang kontraktor nakal ini ibarat virus jahat, saya fikir Tengku Zaini sebagai dokter pasti mampu membasmi virus tersebut dengan cepat,” katanya lagi berharap.

Sementara Muzakkir Manaf sebagai mantan panglima perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tentu memiliki taktis gerilya untuk membunuh virus kontraktor nakal. Hal itu dianggap cukup penting dan perlu diterapkan Muzakkir bilamana jaringan kontraktor nakal ini begitu konprehensif dan terstruktur.

“Kami percaya Muzakkir Manaf merupakan putra istimewa Aceh yang tak ingin pembangunan di Tanah Rencong ini digerogoti oleh kontraktor nakal. Karenanya kita semua menunggu ketegasannya, layaknya ketegasan Muzakkir saat di medan perang dulu,” tutup Samsul berharap. [Rel-005]






    Twitter TGJ 3
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Cities

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close