THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Belanda Tak Mau Lanjutkan Programnya Di Aceh


Belanda Tak Mau Lanjutkan Programnya Di Aceh
Firman Hidayat | The Globe Journal
Selasa, 12 Juni 2012 17:04 WIB

Banda Aceh – “Negara Belanda tidak mau melanjutkan programnya di Aceh melalui Multi Donor Fund (MDF),” kata Sekda Aceh, T. Setia Budi kepada The Globe Journal usai konperensi pers, di Gedung Serbaguna, Kantor Gubernur Aceh, Selasa (12/6) terkait berakhirnya mandat MDF di Aceh Nias pada Desember 2012 mendatang.

Ia mengakui ada beberapa negara yang tidak mau melanjutkan lagi programnya di Aceh. “Saya tidak ingat, tapi yang saya ingat itu adalah Belanda,” kata Setia Budi. Sedangkan Selandia Baru masih ingin melanjutkan programnya di Aceh.

T. Setia Budi pun tidak bisa menyebutkan alasannya, namun ia mengatakan secara gabungan dalam MDF bahwa Belanda sudah berkomitmen keluar dan tidak mau melanjutkan programnya di Aceh, tapi secara bilateral bahwa Belanda tetap ingin membangun Aceh kedepannya.

Ia mengatakan sebelumnya Belanda sangat besar berkontribusi untuk membangun Aceh Nias selama tergabung dalam Multi Donor Fund (MDF). Uang hibah yang dibantu oleh Pemerintah Belanda berjumlah US$146 juta untuk membangun Aceh dan Nias.

Dari 15 negara yang tergabung dalam MDF, 12 diantaranya berasal dari negara-negara eropa, yaitu Belanda, Inggris, Kanada, Swedia, Norwegia, Denmark, Jerman, Belgia, Finlandia, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Irlandia.

Sedangkan tiga lagi merupakan lembaga donor, seperti World Bank, Uni Eropa dan Bank Pembangunan Asia.

Data yang dihimpun The Globe Journal, Irlandia paling sedikit berkontribusi membangun rehab rekon Aceh Nias dengan US$ 1,20 juta. Disusul Selandia Baru sebesar US$8,80 juta.

Sedangkan negara eropa penyumbang dana hibah terbesar untuk Aceh Nias adalah Belanda sebesar US$146,20 juta. Kemudian disusul Inggris dengan US$68,50 juta.  






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close