Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Ekonomi»Ada 112 Perusahaan Tambang di Aceh Sudah Beroperasi


Ada 112 Perusahaan Tambang di Aceh Sudah Beroperasi
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Kamis, 28 Februari 2013 10:57 WIB

Banda Aceh  - Paska konflik dan bencana tsunami, telah ada 112 perusahaan tambang di Aceh yang sedang melakukan eksplorasi dan 27 pertambangan yang sudah siap Operasi Produksi (OP) pada tahun 2012.

Informasi ini  disampaikan oleh Kepala Bidang Pertambangan Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh, Mahdi Nur dalam ruang kerja Kamis (28/2/2013).

Selain itu, sebut Mahdi, masih ada Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang diberikan izin langsung oleh Bupati/Wali Kota setempat sebanyak 4 izin pertambangan. Selebihnya ada 3 izin Kontrak Karya (KK) yang telah siap beroperasi.

"Itulah data pertambangan sementara tahun 2012," katanya.

Manyangkut dengan IPR, jelasnya, tetap harus melalui proses persetujuan izin prinsip terlebih dahulu dari Gubernur Aceh. Baru setelah itu Kabupaten/Kota bisa mengeluarkan izin OP. Sedangkan untuk KK, itu merupakan kontrak langsung dengan Pemerintah Pusat untuk bisa beroperasi perusahaan pertambangannya di suatu daerah.

Lebih lanjut ia tegaskan, dari 27 perusahaan yang sudah mendapatkan OP, hanya ada 6 perusahaan yang sudah berproduksi. Diantaranya, 4 perusahaan yang bergerak OP bidang biji besi dan 2 perusahaan batubara telah berproduksi untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Empat perusahaan yang sudah mendapatkan izin OP pertambangan biji besi, semua hasil produksinya di ekspor keluar negeri,” ujarnya.

Sedangkan sisa perusahaan yang sudah memiliki izin, jelasnya, masih dalam tahap persiapan untuk berproduksi.

Sebagaimana data yang dihimpun dari Distanben Aceh. Perusahaan yang menjual hasil produksinya di dalam negeri  untuk memenuhi kebutuhan PT. Lafarge Cement Indonesia (PT.LCI) yaitu perusahaan PT.Mifa Bersaudara dan untuk memenuhi perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan dipasuk batubaranya oleh perusahaan PT.Bara Energi Lestari.

Sedangkan 4 perusahaan pertambangan biji besi yang mengeskpor behan mentah keluar negeri adalah PT. Lhong Setia Mining, PT. Juya Aceh Mining, PT. Waja Niaga dan PT. Pinang Sejati Utama.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close