
Banda Aceh – Hari Kelautan Sedunia World Oceans Day pada tanggal 8 Juni 2012 nanti dipusatkan di Kota Sabang. Sekretaris Jenderal Koalisi untuk Advokasi Laut Aceh (KuALA), Marzuki mengatakan pihaknya akan melibatkan banyak komunitas, jaringan dan mitra untuk menyukseskan rangkaian kegiatan hari kelautan sedunia ini.
“Momentum acara diambil pada tanggal 9-10 Juni 2012,” kata Marzuki saat ditemui The Globe Journal di kantor KuALA, Selasa (29/5).
Ia mengatakan pada Sabtu, tanggal 9 Juni 2012 nanti, sedikitnya 400 pelajar di Kota Sabang terlibat memeriahkan hari kelautan sedunia. Menurutnya kegiatan yang dibuat adalah lomba gambar dan mewarnai yang diikuti oleh 94 orang pelajar Taman Kanak-Kanak dan tingkat Sekolah Dasar. Kemudian sore harinya sebanyak 340 orang pelajar dari tingkat SMP dan SMA melakukan karnaval keliling kota Sabang.
Masih menurut Marzuki, pada Minggu 10 Juni 2012, pihaknya melakukan kegiatan pembersihan pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan ini melibatkan banyak komunitas dan relawan dari masyarakat setempat. Lokasi pembersihan pantai ini dikosentrasikan di Benteng Anoi Itam, Sumur Tiga Ie Meulee, penanaman mangrove di Jaboi dan Under Water Clean Up di Pantai Iboh.
Kemudian pada Minggu malamnya dilakukan acara seremonial, aksi seni dan budaya serta pemutaran film lingkungan di kawasan Sabang Fair.
Untuk mensukseskan kegiatan ini, KuALA akan berdampingan dengan jaringan, komunitas dan mitra. Jaringannya adalah Wildlife Concervation Society (WCS), World Wild Fund (WWF), Aceh Coral Conservation (ACC), SAKA, Yayasan Lemjabat dan Ocean Diving Club (ODC). Kemudian komunitas masyarakat dan bermitra dengan PMI Kota Sabang, Dinas Kelautan Perikanan Kota Sabang dan Dinas Kelautan Provinsi Aceh.
“Suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras semua elemen dan KuALA berharap tahun depan Hari Kelautan Sedunia ini bisa dilakukan dibeberapa kabupaten lain,” demikian Sekjen KuALA, Marzuki.
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh