SerambiCitiesMusrenbang Bireuen Jadi Olok-olok Masyarakat
Musrenbang Bireuen Jadi Olok-olok Masyarakat
Zulhelmi I The Globe Journal
Kamis, 24 November 2011 00:00 WIB
Bireuen - Koordinator Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen
Mukhlis Munir, kepada sejumlah wartawan, Kamis (24/11) mengatakan,
Musrenbang yang digelar selama ini, mulai tingkat desa, kecamatan hingga
Kabupaten Bireuen, kurang efektif. Bahkan menjadi bahan olok-olok
masyarakat sebab persentase realisasinya diperkirakan hanya di bawah
20 persen.
"Realisasi usulan pembangunan dari masyarakat desa, melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kabupaten Bireuen, masih relatif minim. Usulan mereka banyak yang kandas di kabupaten dan tereliminasi oleh kepentingan pengambil kebijakan," terangnya.
Dikatakan Mukhlis, pejabat di tingkat atas sering mendiskualifikasikan usulan masyarakat dan mengganti dengan usulan dari para petinggi eksekutif dan legislatif. "Hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun," ungkap Mukhlis Munir
Guna peningkatan realisasi pembangunan yang diusulkan masyarakat. GaSAK dengan dampingan sebuah lembaga, sedang mensosialisasikan kepada masyarakat, dalam rangka mengadvokasi kepentingan mereka dengan mengedepankan azas prioritas dalam pengalokasian anggaran.
Menurut Mukhlis, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, keuchik, legislatif dan eksekutif, "Semua pihak sangat mendukung dalam upaya peningkatan realisasi dan alokasi anggaran yang merujuk pada skala prioritas," pungkasnya.