
Kajati : Pelanggar Sayariat Islam Tak Rela DieksekusiBanda Aceh-Program maju bersama mencerdaskan Indonesia melalui sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang diluncurkan oleh Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI) telah mendiskriminasi mahasiswa Perrguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Pasalnya, program yang diluncurkan melalui sistem online ini tidak melibatkan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di dalam database pendaftarannya.
Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa, BEMA IAIN Ar-Raniry, Fakhrul Radhi dalam rilisnya Minggu (15/7).
"Hal ini menampakkan DIKTI tidak objektif dalam melaukan rekrutmen guru," tukasnya.
BEMA IAIN Ar-Raniry mengecam keras kebijakan DIKTI ini mengingat lulusan PTAI tidak pernah kalah saing dengan lembaga lain. Menurutnya ini seperti ada pergerakan terselubung untuk menghancurkan PTAI sehingga membuat calon peserta didik enggan untuk kuliah di PTAI dikarenakan sempitnya peluang berkarya.
"Dengan ini kami meminta DIKTI untuk memperbaiki proses rekrutmen serta membuka peluang kepada alumni PTAI untuk bisa mengikuti proses seleksi dalam Program Maju Bersama,"ucapnya.
Dalam hal ini kami juga meminta kepada Menteri Pendidikan untuk mengevaluasi DIKTI yang telah mendiskriminasi alumni PTAI, sambungnya.
Ia juga meminta Kanwil Agama untuk dapat mempertegas kedudukan PTAI. Fakhrul menghimbau kepada seluruh mahasiswa PTAI untuk kritis terhadapa diskriminasi yang sedang membunuh PTAIN sendiri.
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh