THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Cities»Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Merasa Didiskriminasi Dikti


Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Merasa Didiskriminasi Dikti
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Minggu, 15 Juli 2012 19:40 WIB

Banda Aceh-Program maju bersama mencerdaskan Indonesia melalui sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang diluncurkan oleh Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI) telah mendiskriminasi mahasiswa Perrguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Pasalnya, program yang diluncurkan melalui sistem online ini tidak melibatkan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di dalam database pendaftarannya.

Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa, BEMA IAIN Ar-Raniry, Fakhrul Radhi dalam rilisnya Minggu (15/7).

"Hal ini menampakkan DIKTI tidak objektif dalam melaukan rekrutmen guru," tukasnya.

BEMA IAIN Ar-Raniry mengecam keras kebijakan DIKTI ini mengingat lulusan PTAI tidak pernah kalah saing dengan lembaga lain. Menurutnya ini seperti ada pergerakan terselubung untuk menghancurkan PTAI sehingga membuat calon peserta didik enggan untuk kuliah di PTAI dikarenakan sempitnya peluang berkarya.

"Dengan ini kami meminta DIKTI untuk memperbaiki proses rekrutmen serta membuka peluang kepada alumni PTAI untuk bisa mengikuti proses seleksi dalam Program Maju Bersama,"ucapnya.

Dalam hal ini kami juga meminta kepada Menteri Pendidikan untuk mengevaluasi DIKTI yang telah mendiskriminasi alumni PTAI, sambungnya.

Ia juga meminta Kanwil Agama untuk dapat mempertegas kedudukan PTAI. Fakhrul menghimbau kepada seluruh mahasiswa PTAI untuk kritis terhadapa diskriminasi yang sedang membunuh PTAIN sendiri.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close