
Politik Pencitraan Wiranto di Ajang X-Factor
Rivalitas Duo JermanBireuen - Kebutuhan daging sapi untuk hari meugang menjelang lebaran meningkat dibandingkan pada meugang menjelang bulan Suci Ramadan. Meningkatnya kebutuhan daging sapi menjelang lebaran karena konsumsi meningkat hingga 10 persen.
Demikian dikatakan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Drh. H. Afriza, Rabu (8/8). Dia juga memastikan stok sapi siap potong untuk kebutuhan daging pada hari itu dipastikan cukup.
“Stok sapi siap potong untuk kebutuhan daging pada hari tersebut pasti terpenuhi. Bahkan, pedagang dari beberapa kabupaten lain sering berbelanja sapi di pasar lembu bireuen,”akunya.
Menyangkut dengan melambungnya harga daging pada hari meugang yang biasanya mencapai Rp 120.000 per kilogram, Afriza menjelaskan, itu lebih dikarenakan membludaknya permintaan.
“Masyarakat kita, membeli daging meugang sudah menjadi sebuah tradisi yang sudah berlangsung lama. Semua warga Aceh “wajib” membeli daging pada hari itu,” terang Afriza.
Selain itu, para konsumen juga menginginkan daging yang dibeli pada hari tersebut adalah daging yang bebas lemak, seperti daging di bagian paha belakang sapi.
“Sehingga harga daging tanpa lemak ini lebih mahal untuk menutupi harga daging yang melekat lemak,” ucap Afriza.
Sementara harga daging di luar hari meugang tidak ada terjadi peningkatan yang signifikan seperti ini, hanya berkisar sekira Rp 70.000 – Rp 80.000 per kg. Karenanya, Afriza menilai kenaikan harga daging yang bersifat sesaat ini adalah lumrah dan memicu kenaikan harga barang lainnya.
Disisi lain, dia menjelaskan, untuk membantu masyarakat miskin pada hari meugang, jika semuanya memungkinkan, pemerintah mungkin dapat berupaya menyediakan daging bersubsidi melalui dinas terkait, semisal subsidi beras.
[001]
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat