THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Cities»Doto-Mualem Tidak Perlu Jubir


Doto-Mualem Tidak Perlu Jubir
Firman Hidayat | The Globe Journal
Senin, 25 Juni 2012 12:29 WIB

Banda Aceh – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani menegaskan Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah – Muzakkir Manaf tidak perlu jadikan pemerintah yang gemuk. Catatan GeRAK Aceh, masa pemerintahan sebelumnya tidak lebih 70 orang diangkat menjadi staff ahli tapi pelaksanaanya hanya menjadi makelar proyek dan proposal.

Saat dihubungi The Globe Journal, Senin (25/6), Askhalani mengatakan GeRAK Aceh mendorong pemerintahan yang berwibawa dan memiliki kinerja tata pemerintahan yang baik. Pemerintah Aceh periode 2012-2017 harus mampu membuka reformasi birokrasi dengan melakukan pembenahan pada sistem yang ada, khususnya bagi kalangan SKPA di Pemerintah Aceh.

Ia menegaskan jika Pemerintah Aceh yang baru ini memperbanyak juru bicara atau staff ahli maka sistemnya bertambah runyam. “Sebaiknya jangan buat pemerintahan yang gemuk, belajar dari pengalaman pemerintahan yang lalu, banyak sekali tim asistensi tapi yang terjadi justru timnya berubah menjadi makelar proyek dan proposal,” pungkas Askhalani.

Sementara itu Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mendesak agar 100 hari kinerja Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dapat membangun reformasi birokrasi.

“Tidak perlu ada juru bicara atau staff ahli, cukup maksimalkan organisasi yang ada dalam pemerintahan saja,” kata Alfian.

Persoalan balas jasa bukan masanya lagi, selama ini kita melihat politik balas jasa, dan ini merupakan beban psikologi bagi pemimpin terpilih.

“Secara intergritas yang paling penting adalah bagaimana Pemerintah Zaini – Muzakir bisa membuka akses ke masyarakat sipil,” katanya.

Komitmen Gubernur Aceh terpilih harus bisa membuka akses seluas-luasnya kepada publik.

“Saya katakan pemerintah yang korup adalah pemerintah yang tidak terbuka, tidak akuntablitias dan memberikan akses pelayanan publik yang buruk,” ujar Alfian sembari mengharapkan agar daerah Aceh tidak termasuk daerah yang gagal di Indonesia. [003]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close