
SPBU Mulai Dijaga Ketat Polisi Berpakaian Preman dan Dinas
Masyarakat Pidie Sudah Beli Bensin Rp. 6000 Sejak 2012Dalam pertemuan tertutup tersebut, seperti yang disampaikan oleh Asisten II Ir. T. Said Mustafa, pihak UE meminta komitmen dari Zaini dan Muzakir dalam upaya membangun Aceh ke depannya. Said mengatakan dialog yang dimulai pukul 08.00 wib tersebut adalah dialog interaktif antara kedua belah pihak.
"Masalah utama yang ditanyakan oleh pihak UE adalah masalah tambang, hutan lindung, Rawa Tripa, masalah ekonomi, dan pariwisata," tuturnya pada The Globe Journal usai pertemuan tersebut.
Said mengatakan bahwa Zaini nantinya akan melakukan evaluasi terhadap tambang-tambang dan surat izin tambang yang ada di Aceh. Perizinan tambang juga akan dievaluasi kembali agar semuanya bermanfaat untuk rakyat Aceh.
"Sedangkan dari pihak UE sendiri, mereka akan tetap membantu pembangunan Aceh," ujarnya.
Terkait keamanan Aceh, empat orang delegasi UE tersebut juga menanyakan kasus pemukulan mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Said mengatakan bahwa pemukulan tersebut terjadi karena euforia dari proses pelantikan gubernur baru. Dia mengatakan Zaini dan Muzakir akan segera menyelesaikan masalah tersebut dan kondisi akan kembali seperti semula.
Delegasi Uni Eropa yang bertemu dan berdialog dengan gubernur tersebut antara lain, Giovanni Serrtella (Head of Office Europe House Aceh), Andre Nilsson (Second Secretary Embassy Of Sweden), Colin Crooks (Minister Counsellor Deputy Head of Delegation), dan Luc De Meester (Team Leader Aceh District Response Facility).
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh