
Demi Karier, Neymar Harus Tinggalkan Brasil
Jose Mourinho Gagal Di Real MadridKepada The Globe Journal, Minggu (8/7) Pj. Bupati Aceh Singkil, Razali mengaku sudah tiga hari mendapat informasi terkait dugaan adanya jual beli pulau di Pulau Banyak. “Saya sudah perintahkan Asisten I bidang Pemerintahan dan sudah meminta Camat Pulau Banyak dan Camat Pulau Banyak Barat agar dalam waktu dekat ini melaporkan masalah tersebut,” terang Razali.
“Saya tidak mau dengar dari isu berkembang, tapi saya akan langsung mendengar dari pejabat yang bersangkutan,” katanya lagi sembari berjanji akan menyampaikan kepada public setelah laporan dari dua camat tersebut diterimanya.
Namun infomasi sepintas, Razali mengatakan pada tahun 2000 lalu, ada yang namanya Friska asal Medan yang membeli lahan di Pulau Lolok. Kemudian wanita itu membuat usaha penginapan atau membangun bungalow-bungalow yang dikelola oleh orang lokal setempat.
Kemudian ada yang bernama Erwin, penduduk setempat yang juga membangun penginapan atau bungalow di kawasan Pulau Banyak. Dikatakannya bahwa Erwin didanai oleh orang asing, karena ada orang asing tertarik seperti di Kota Sabang.
“Orang asing itu berasal dari Australia dan Perancis,” kata Razali meyakinkan.
Sementara itu salah seorang Anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik mengakui secara kelembagaan DPRK belum tahu masalah ini. Menurut Taufik, bukan orang asing yang beli tapi orang pribumi asal Medan dan Aceh yang berhubungan langsung dengan orang lokal untuk mengelola kawasan wisata di Pulau Banyak. “Sejauh ini kita belum tahu ada orang asing dibelakangnya, kita belum tahu,” ujar Taufik.
Menanggapi isu terkait dengan penjualan pulau di Kecamatan Pulau Banyak, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Aceh Singkil, Sukran Sastra menyayangkan kejadian tersebut.
Mahasiswa mengutuk jual beli Pulau Banyak di Aceh Singkil. “Pemerintah dan DPRK harus segera menyelesaikan persoalan ini dan tidak ada satu pulau pun yang diperjualbelikan kepada pihak asing walaupun secara administrasi mengatasnamakan pribumi,” kata Sukran.
Ia bersama mahasiswa dan pelajar Pulau Banyak mengharapkan agar sewa menyewa pulau di Kecamatan Pulau Banyak itu dihentikan.
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar