Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Revisi KUHP Beri Peluang Homoseksual untuk Berkembang


Revisi KUHP Beri Peluang Homoseksual untuk Berkembang
Sabtu, 17 Oktober 2015 00:12 WIB

Jakarta- Revisi rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dinilai seolah-olah melegalkan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual). Padahal, menurut ajaran agama mana pun khususnya Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, homoseksual adalah perbuatan tercela.

"Segala bentuk perbuatan homo mencederai martabat manusia normal dalam segala usia," ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif kepada wartawan, Kamis (15/10).

Secara moral, perbuatan homoseksual sangat jauh dari kata terpuji. "Secara moral ini adalah perbuatan terkutuk," ucap pria kelahiran Sijunjung, Sumatra Barat, 31 Mei 1935 ini.  

Menurut Buya Syafii, harus ada perubahan dalam pasal yang mengatur soal hubungan homoseksual agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku hubungan seksual untuk melegalkan hubungannya. Sayangnya, kata Buya Syafii, meskipun ketentuan itu diubah perbuatan homoseksual akan terus berlanjut dan sulit dihilangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam draft revisi rancangan KUHP pasal 95 disebutkan bahwa pelaku homoseksual di bawah usia 18 tahun diancam hukuman sembilan tahun. Namun pasal tersebut tidak mengatur ancaman bagi pelaku homoseksual di atas 18 tahun.

ROL






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close