Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Bendera Bulan Bintang Berkibar, Warga Gayo Kecewa


Bendera Bulan Bintang Berkibar, Warga Gayo Kecewa
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Sabtu, 23 Maret 2013 21:58 WIB

Lhokseumawe - Sehari disahkannya Qanun Bendera dan Lambang Aceh, bendera 'Bulan Bintang' terus berkibar di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (23/03/2013). Pun demikian, masih ada pihak-pihak yang tak setuju dengan dikibarkannya bendera tersebut.

Mereka yang tak setuju rata-rata adalah warga Gayo. Seperti yang disampaikan oleh Fakruddin, selaku Penasehat Organisasi Perkumpulan Mahasiswa Asal Tanah Gayo (Pematang) di Lhokseumawe.

Pihaknya kaget setelah mendengar informasi terkait adanya pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh Utara. "Kami kaget, padahal kemarin baru saja dilakukan aksi penolakan oleh Gayo di Banda Aceh," jelas Fakruddin yang dihubungi The Globe Journal saat dimintai tanggapannya.

Menurutnya, bendera itu sebelumnya ditolak oleh Mendagri dan Pangdam karena masih berbau separatis. Untuk itu, pihaknya sangat kecewa dengan dikibarkan bendera tersebut.

"Ya jelas kita kecewa. Kami yang tercatat sebagai warga Gayo tetap menolak bendera itu. Kami hanya setuju dengan bendera bulan Bintang yang ada lambang peudang dan tulisan arab didalamnya," pungkasnya lagi.

Kata dia lagi, bendera 'Bulan Bintang' yang sedang berkibar saat ini adalah hanya bendera bernuansa politik yang khusus memperkuat kekuasaan Partai Aceh. Sedangkan yang diharapkan adalah bendera bulan bintang yang berlambang peudang dan tulisan arab.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA-PA) Wilayah Pase, Aceh Utara, Tgk Zulkarnaini menyatakan, jika orang-orang yang menolak bendera itu adalah orang yang tak senang dengan perjuangan rakyat Aceh dulu selama 30 tahun.

"Itu hak jawab mereka, biarkan saja. Yang jelas, orang-orang yang menolak adalah orang yang tak suka dengan hasil perjuangan dulu," kata Tgk Zulkarnaini.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close