Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Monster Pertambangan Rusak Lingkungan Hidup Indonesia


Monster Pertambangan Rusak Lingkungan Hidup Indonesia
Kamis, 28 Maret 2013 12:11 WIB

Jakarta-Selain industri kehutanan dan perkebunan dalam skala besar, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) DKI Jakarta menilai monster pertambangan juga turut andil dalam kerusakan lingkungan. Celakanya izin pertambangan sudah tersebar di seluruh Indonesia, praktis Indonesia akan mengalami kerusakan lingkungan secara merata pula.

Ironisnya mental pengurus negeri ini yang rusak dinilai Jatam menjadi salah satu penyebabnya. Monster pertambangan telah mengakibatkan sesuatu yang ilegal menjadi legal atau non prosedural. Oleh karena itu Jatam mendesak agar pemerintah segera melakukan upaya-upaya pembenahan salah satunya dengan audit lingkungan secara menyeluruh.

"Melakukan audit lingkungan menjadi penting dilakukan untuk menyelamatkan sendi-sendi kehidupan negara dan rakyat," ujar Koordinator Jatam DKI Jakarta Andri S Wijaya saat menggelar orasi di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kamis (28/3).

Dalam catatan Jatam izin pertambangan di seluruh Indonesia telah membuat kurang lebih seluas 149 juta hektar atau 44 persen daratan diperuntukkan untuk tambang. Bisa dibayangkan, jika monster pertambangan terus merajalela membongkar habis daratan.

"Maka, status rakyat Indonesia makin jauh dari selamat," kata dia.

Andri mencontohkan dalam kasus di Sidoarjo umpamanya, satu perusahaan tambang saja bisa menenggelamkan 16 desa. Belum lagi uang rakyat yang dikuras melalui APBN.

Tak hanya ruang hidup rakyat yang terus dirampas, pencaplokan kawasan konservasi juga makin meningkat. Masih dalam catatan Jatam, tahun 2011 setidaknya 3,9 juta hektar luas perizinan tambang yang tumpang tindih dengan kawasan hutan. Parahnya belum tentu semuanya sesuai prosedural maupun ilegal.

"Kasus-kasus pengrusakan lingkungan adalah potret nyata di lapangan yang tak bisa dipungkiri kegagalan perlindungan lingkungan. Fakta tak lepas kebijakan pembangunan yang berbasis perizinan yang membuka ruang seluas-luasnya bagi korupsi. Negara tak hanya dirugikan oleh kerusakan lingkungan yang menimbulkan bencana, tapi juga oleh koruptor," tutup dia.(Merdeka)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close