Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Taxi Uber di Inggris Menang Gugatan


Taxi Uber di Inggris Menang Gugatan
Sabtu, 17 Oktober 2015 02:12 WIB

Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan hari ini bahwa taksi online Uber tidak melanggar undang-undang penggunaan taximeter dalam menghitung tarifnya.

Uber berkilah bahwa aplikasinya yang mengitung tarif berdasarkan teknologi GPS bukan argometer biasa sehingga tidak melanggar ketentuan hukum.

"Taximeter tidaklah termasuk perangkat yang menerima sinyal GPS pada arah perjalanan," demikian bunyi putusan pengadilan itu.

Perusahaan aplikasi berbasis di California itu memuji keputusan hakim dengan melepas cuitan di Twitter, "Kemenangan untuk akal sehat".

Sebaliknya Klub Pengemudi Taksi London yang menjadi penggugat dalam kasus ini mencuit, "Berita buruk: Perdagangan kalah dalam perkara ini di Pengadilan Tinggi".

Asosiasi Pengemudi Taksi Berlisensi, yang juga mewakili 25.000 pengemudi taksi di London, meminta hakim melarang penggunaan aplikasi Uber karena mereka menilai smartphone bukan taximeter.

London adalah salah satu dari banyak kota di mana Uber memicu banjir gugatan hukum dan penentangan dari sopir taksi.

 

ANTARA






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close