Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»1.635 Kasus Pelanggaran HAM Libatkan Polisi


1.635 Kasus Pelanggaran HAM Libatkan Polisi
Selasa, 11 Desember 2012 06:28 WIB

Jakarta- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Senin, mengaku telah menerima 1.635 pengaduan masyarakat atas pelanggaran HAM yang diduga dilakukan aparat kepolisian dari awal tahun hingga Desember 2012

Data Bidang Pengaduan Komnas HAM mencatat pelanggaran HAM itu berupa masalah penahanan, penangkapan, penyergapan yang disertai kekerasan, dan kematian dalam masa penahanan.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Otto Nur Abdullah mengatakan pengaduan terhadap polisi merupakan yang terbanyak, setelah korporasi dengan 1.009 pengaduan dan pemerintah daerah sebanyak 500 pengaduan.

Otto mengatakan jumlah aduan pelanggaran HAM yang melibatkan polisi meningkat dalam lima tahun terakhir.

"Dalam kondisi aman, relatif stabil, pihak polisi yang potensial untuk melakukan pelanggaran HAM dalam menangani proses hukum," katanya di Kantor Komnas HAM.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan banyak kondisi yang menyebabkan polisi diduga bertindak melanggar HAM.

Namun dia mengemukakan, semua aduan itu perlu diverifikasi terlebih dahulu untuk melihat indikasi pelanggaran HAM dan bentuk tindak lanjutnya.

"Kalau ada 1.600-an akan diverifikasi, apakah memang ada unsur tidak senang oleh polisi, apakah masalah pribadi, sehingga kita tidak salah melihatnya," ujar dia.

Dia berjanji, pihaknya tidak akan melindungi aparat yang terbukti melanggar hukum.

"Jika terbukti, hukumannya dapat dipidana, diproses displin, diberhentikan dengan tidak hormat," ujarnya.

Pelanggaran HAM di Indonesia yang melibatkan aparat hukum sudah menjadi sorotan dunia.

Komnas HAM menyebutkan pada Sidang HAM PBB Mei 2012 lalu, dunia menyoroti pelanggaran HAM dan juga konflik-konflik berbasis SARA dan meningkatnya tindak kekerasan negara oleh polisi.

Hal ini memunculkan ironi karena negara yang mengakui kebhinekaan, tapi dalam kehidupan sehari-hari rakyatnya berhadapan dengan perilaku bernegara dan berbangsa yang intoleran.

Oleh karena itu, kata Otto, Polri dituntut untuk semakin sigap dan intensif dalam mencermati dinamika ekonomi, sosial dan budaya yang dapat berkembang menuju konflik horizontal. (Analisa-Ant)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close