THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News



Maulinawati, Korban Konflik yang Dibekap Miskin dan Menderita Tumor Ganas

Maulinawati, Korban Konflik yang Dibekap Miskin dan Menderita Tumor Ganas

Maulinawati, dara kelahiran 16 Januari 1997 yang kini berusia 16 tahun ini adalah sisa hempasan konflik Aceh yang masih terpinggirkan. Selain dibekap kemiskinan yang telah akrab dengan dirinya semenjak bayi, kini siswi MTsN Ranto Panyang, Aceh Timur ini juga telah dikuasai oleh tumor ganas di bagian wajah.

Nama Tgk Meusubang dan Tgk Dirambot Diambil Dari Mimpi

Sejarah telah mencatat bahwa di wilayah Pase, Aceh Utara pernah berdiri kerajaan Islam Pasai. Hingga sekarang, di Bumi Pase itu banyak terdapat makam (grave) para pembesar, baik muslim maupun nonmuslim sebagai bukti di Pasai sebagai kerajaan agung pada masa itu. Makam-makam tersebut kini perlu pemugaran sebagai situs sejarah. Seperti halnya di Gampong Alue Drien, Cot Girek, Aceh Utara.

Bertahan dalam Islam dengan Sirih

 “Ranup.... Ranup....” seorang penjual sirih terlihat berkeliling sambil berharap dagangannya laku hari ini. Setiap sirih dijualnya dalam kantung plastik kecil yang diikatkan ke kayu yang dipikulnya di bahu. Hari ini ia berdagang di seputaran desa Lamblang Manyang (30/04/2013).

Meski Berkasus, Beasiswa Unsyiah Dijamin Lancar

Meski Berkasus, Beasiswa Unsyiah Dijamin Lancar

Beberapa hari lalu, kemalangan menimpa mantan rektor universitas yang bejulukan jantong hate  masyarakat Aceh . Penyidik telah mengumumkan Prof M Darni Daud MA dan dua petinggi lainnya Yusuf Aziz dan Muhklis sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana Unsyiah. Informasi kurang sedap itu dengan cepat telah menyebar ke seluruh Aceh dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Cumbok, Kisah Kelam 'Perang Saudara' di Aceh

Tak butuh waktu lama bagi Abdurrahman, 72 tahun untuk mengingat kembali tragedi Perang Cumbok, 67 tahun silam. Warga Gampong Cumbok Lie, Kecamatan Sakti, Pidie tersebut  adalah salah seorang saksi hidup revolusi sosial Cumbok.  Dia mengerutkan dahinya sejenak. Lalu menuturkan masa kelam itu dengan sangat hati-hati pada perang saudara sesama muslim dan sesama etnik Aceh.

Rumoh Aceh Berdinding Pelepah Rumbia: Bertahan Puluhan Tahun

Rumoh Aceh Berdinding Pelepah Rumbia: Bertahan Puluhan Tahun

Rindang dan asri suasana sekitar lorong kecil menuju ke sebuah rumoh Aceh (rumah adat Aceh, red) -- kediaman keluarga Abdurrahman Ismail, 46 tahun-- di desa Kumbang Busu, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie, Minggu, 7 April 2013. Pohon melinjo, pinang, dan kelapa tumbuh di perkebunan di dekat rumahnya tersebut.  

Faisal, dari Gampang Memberikan Pinjaman hingga Kurban untuk Warganya

Faisal, dari Gampang Memberikan Pinjaman hingga Kurban untuk Warganya

Pinjaman di bawah Rp 1 Juta yang diminta warga sering kali tak pernah diminta kembali. Faisal memberikannya secara cuma-cuma. "Bahkan Faisal membeli tanah sawah masyarakat yang sedang memerlukan uang dengan harga yang mahal," ujar salah satu warga.

Sepotong Kisah Perang Cumbok Dalam Ingatan Pocut Hasmamurni

Sepotong Kisah Perang Cumbok Dalam Ingatan Pocut Hasmamurni

Perempuan itu adalah Pocut Hasmamurni, 68 tahun. Ia adalah anak dari pasangan Teuku Muhammad Hasan dan Pocut Siti Fatimah Zuhra. Teuku Muhamad Hasan sendiri adalah anak dari T. Daud Cumbok, sedangkan Pocut Siti Fatimah Zuhra adalah putri dari Teuku Panglima Polem.

Eko Wisnu Abdi Jaga Mata Air Belantara Jantho

Eko Wisnu Abdi Jaga Mata Air Belantara Jantho

Keduanya bisa ‘diusir’ dengan melakukan pendekatan kekeluargaan tanpa harus melakukan kekerasan. Hari-hari Eko dilalui dengan pengabdian demi lestarinya hutan Jantho. Ia sering terlibat diskusi dengan masyarakat, mencari jalan keluar jika ada masalah, bertanya kepada tokoh desa. Semua ini dilakukan agar Cagar Alam Jantho tetap lestari.

Rotan Amran

Rotan Amran

Amran sudah merintis profesinya sebagai pengrajin rotan sejak 1983. Ihwalnya bermula dari kesempatannya bekerja di salah satu pabrik pengolahan rotan di Beurawe. Setelah merasa mumpuni, Amran naik kelas. Membuka usahanya sendiri di jalan Chik Di Tiro, Banda Aceh.

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 »

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close