Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News



Membingkai Harapan Abdullah Syafii Bersama Hasan Tiro

Membingkai Harapan Abdullah Syafii Bersama Hasan Tiro

Berjarak satu meter dari Hasan Tiro, terpampang jelas wajah Panglima GAM, Tgk Abdullah Sayfii. Ia akrab disapa Tgk Lah. Karisma Tgk Lah terpancar dari dua bola matanya, penuh dengan harapan. Ia begitu dikagumi kalangan GAM.

15 Jam Setelah Korsleting di Jalan Diponegoro

15 Jam Setelah Korsleting di Jalan Diponegoro

Tidak jauh di sana, nampak toko Sinbun Sibreh. Toko ini sudah berkali-kali mengalami nasib yang sama, yaitu pada Minggu (10/5/2015). Hari yang sama saat kebakaran tadi pagi. Kebakarannya diakibatkan korsleting listrik. Letaknya juga di Jalan Diponegoro.

Antara Pameran Pembangunan, Pasar Malam, dan 1 Muharram

Antara Pameran Pembangunan, Pasar Malam, dan 1 Muharram

Penutup kepala yang dibentuk dengan berbagai gaya. Wanita menyebutnya memakai hijab. Wajah mereka sudah bermake up. Hampir semua wajahnya nampak putih bersih. Bibirnya dipoles dengan lipstick merah merona. Ada yang juga berpakaian gamis dengan gaya bernuansa Islamis.

Sebungkus Kacang di Hari Nusantara

Sebungkus Kacang di Hari Nusantara

Kami awak media yang berada di Aceh mengeluh. “Untuk apa ada pengarahan media kemarin jika hari ini tidak boleh masuk. Waktu ada acara minta bantu meliput. Tapi giliran kita yang butuh, kek gini buat kita.”

Kipasan Jagung Ditengah Semangat Pendayung Perahu

Kipasan Jagung Ditengah  Semangat Pendayung Perahu

Penonton bersorak riuh saat menyaksikan  lomba dayung perahu di Danau Lut Tawar, Aceh Tengah. Namun disisi lain, ada seorang ayah yang disibukkan dengan kipas terbuat dari potongan karton. Tangannya terlihat lincah, sesekali debu berterbangan dari kipasan lelaki yang berumur 25 tahun ini.

21 Hari Menjadi Serdadu Cangkul

21 Hari Menjadi Serdadu Cangkul

Gampong Jaba dan Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Bireuen, tiba-tiba ramai oleh lelaki gagah berbaju loreng. Tidak tanggung-tanggung, mereka berada di dua desa yang cukup parah dihantam konflik itu selama 21 hari. Apakah Aceh sudah kembali memasuki era konflik?

Kuala Seumanyam, Sebuah Kampung yang Pernah Hilang

Kuala Seumanyam, Sebuah Kampung yang Pernah Hilang

Ditengah gempuran dana Otsus Aceh 2015 sebesar Rp 7,0 triliun, mereka tidak mempunyai fasilitas yang memadai. Air yang dikonsumsi berasal dari rawa. Di beberapa titik dibangun sumur bor, namun kualitas airnya tidak begitu mengembirakan.

Aceh Mengenang Munir

Aceh Mengenang Munir

Munir Said Thalib Al-Kathiri, lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1964 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 39 tahun, boleh sudah dikubur setelah meninggal dunia dalam Pesawat setelah diracun oleh antek-antek kekuasaan yang zalim. Namun tidak dengan semangatnya dalam membela kehormatan martabat manusia, khususnya Aceh.

Akhirnya, Andrika Menemukan Islam di Jeulingke

Akhirnya, Andrika Menemukan Islam di Jeulingke

Sebelum kumandang azan usai, dadanya bergemuruh. Ada ribuan badai yang berlalu lalang di buritan hatinya. Namun usai salam shalat Isya diucapkan oleh imam, dia telah terlahir kembali ke dunia.

Nek Salmiah, Jual Pisang Keliling untuk Bertahan Hidup

Nek Salmiah, Jual Pisang Keliling untuk Bertahan Hidup

Salmiah, usianya sudah tidak muda lagi. Kepada The Globe Journal, dia mengaku berumur 85 tahun. Sehari-hari berjualan pisang ayam (barangan-red) keliling Kota Bireuen. Dua anaknya yang dibunuh di masa konflik, sampai sekarang tidak jelas pusaranya.

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 »

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close